Kamis, 29 Oktober 2015

Evaluasi Pengendalian Dampak Resiko dalam SOP

Salah satu tujuan perusahaan untuk menjalankan resiko adalah memastikan bahwa resiko yang dimiliki perusahaan dapat terkelola secara cermat dan efektif.  Dalam proses pembuatan SOP, perusahaan mengharapkan SOP tersebut dapat dipergunakan untuk membantu mengurangi resiko dalam business process perusahaan.
Lalu bagaimana, perusahaan memastikan bahwa SOP yang disusun tersebut dapat memberikan manfaat maksimal dalam proses pengelolaan resiko.
Langkah Pertama: Melakukan Evaluasi Pencapaian Tujuan dari SOP
Penyusunan SOP itu sendiri harus dipastikan tepat waktu dan tepat sasaran.  Proses evaluasi terkait dengan pencapaian tujuan dijalankan dengan melakukan proses pengukuran atas penerapan dan implementasi dari SOP.  Memastikan bahwa tujuan SOP tersebut tercapai dengan melakukan proses pengukuran atas dampak yang terkuantifikasi.
Langkah Kedua: Melakukan Proses Pengukuran Dampak
Perusahaan dapat melakukan proses pengukuran atas dampak resiko yang muncul akibat SOP tidak dijalankan ataupun dijalankannya SOP tersebut. Dampak negatif menunjukkan bahwa SOP tersebut harus melalui proses kajian lebih lanjut untuk melihat dampaknya terhadap pengendalian resiko.
Langkah Ketiga: Mempelajari Resiko yang Muncul
Adalah penting bagi perusahaan, untuk dapat mempelajari setiap resiko yang muncul.  Adalah penting bagi organisasi untuk dapat menyusun sistem efektif untuk melakukan proses pengurangan atas resiko yang muncul.
Bagaimana kekuatan SOP dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengelolaan resiko perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 05 Oktober 2015

Tahapan Penyusunan SOP dengan Pendekatan RCA

Banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika harus menetapkan sistem operasional di dalam perusahaannya. Salah satu permasalah yang seringkali muncul adalah proses mengidentifikasi tahapan proses yang akan disusunkan SOP (Standard Operating Procedure). Dikarenakan kesalahan terhadap proses penyusunan SOP.
Lalu bagaimana proses penyusunan SOP yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Salah satu pendekatan yang dampak memberikan efek signifikan terhadap dampak SOP adalah proses pemastian bahwa SOP tersebut dapat memberikan manfaat signifikan terhadap sistem menajamen operasional perusahaan.
Pendekatan RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dengan menjalankan tahapan sebagai berikut:
(1) Pendekatan Atas Proses
Root Cause Analysis melakukan analisis terhadap aspek paling penting dalam proses operasional. Inti penggerak atas keutuhan proses tergambar dalam pola pendekatan awal penyusunan sistem.
(2) Pendekatan Atas Organisasi
Salah satu penetapan penyusunan sistm adalah melakukan analisis kapabilitas serta kapasitas dari organisasi itu sendiri. Organisasi ditargetkan untuk dapat mengembangkan secara maksimal sesuai dengan formulasi ideal proses dalam organisasi secara utuh.
(3) Pendekatan Atas Target/ Hasil
Organisasi melakukan proses identifikasi terkait atas target/ hasil kerja yang dipersyaratkan. Melakukan proses penetapan dan rekayasa proses yang efektif agar target tercapai.
Dengan pendekatan RCA, diharapka organisasi/ prusahaan dapat menyusun SOP secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan SOP di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 29 September 2015

Pengelolaan Bisnis Food Service

Adalah menjadi tantangan dalam suatu perusahaan untuk dapat mengembangkan strategi bisnis menjadi optimal, salah satu dari proses pengembangan strategi yang dapat dioptimalkan saat ini adalah untuk mengembangkan manajemen retail dan penjualan yaitu program franchise.
Lalu bagaimana proses pengembangan Business Food Service dapat untuk dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih maju?
Strategi 1: Mengembangkan Keunikan Produk
Bisnis food service unggulan, dapat memastikan bahwa aspek kompetitif dari bisnis berjalan mengoptimalkan keunikan dan kelebihan produk.  Konsep produk harus dipastikan strategis memiliki daya tarik yang kuat terhadap konsumen. Cita rasa dan kualitas adalah faktor penting dalam penentu keunggulan atas produk.
Strategi 2: Penetapan Positioning Produk
Penetapan aspek positioning menjadi hal yang penting dan utama dalam  melakukan proses penetapan produk.  Penetapan positioning atas produk memiliki konsep strategis kuat untuk menarik konsumen baik melalui harga maupun konsep strategis produk yang ditetapkan.
Strategi 3: Penetapan Sistem Pelayanan
Bagaimana proses pelayanan dijalankan dalam bisnis food service, dimana program pelayanan dijalankan dengan standarisasi yang jelas. Pengembangan atas outlet dapat diharapkan dapat memastikan standarisasi pelayanan yang tepat. Pola komunikasi dijalankan untuk menjamin sistem pelayanan.
Strategi 4: Pengawasan Atas Kualitas dan Pelayanan
Harus dapat dipastikan bahwa kegiatan terkait dengan pengawasan atas kualitas dan pelayanan dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Proses inspeksi dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan atas sistem dijalankan.
Strategi 5: Pengelolaan Supply Chain
Salah satu hal penting terkait dengan pengelolaan terkait dengan manajemen penyedia pasokan terhadap bahan baku.  Penetapan sistem just in time adalah konsep strategi penting untuk dapat memberikan kontribusi terhadap kesuksesan Manajemen Pemasok. 
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis food service dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 24 September 2015

Program Pelatihan Administrasi Perkantoran

Bagi banyak perusahaan, program atas pelatihan administrasi perkantoran adalah penting dan menjadi bagitan utama untuk memastikan bahwa proses tata kelola administrasi berjalan sesuai dengan standar persyaratan.

Program pelatihan dalam bentuk 2 (dua) hari pelatihan, dapat dipergunakan untuk memastikan bahwa tata kelola administrasi dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Berikut adalah agenda untuk kegiatan pelatihan administrasi perkantoran tersebut.

Hari Pertama
(1) Pengenalan Tata Kelola Naskah Dinas
(2) Pengenalan Tata Kelola Arsip/ Dokumentasi
(3) Teknik menyusun memo dan surat dinas

Hari Kedua
(1) Teknik Penyusunan Laporan Kerja
(2) Teknik administrasi proses pengadaan dan dokumen legal

Diharapkan dengan mengikuti pelatihan 2 (dua) hari, staff administrasi dalam perusahaan bisa menjalankan dan mengembangkan proses pengelolaan administrasi perkantoran yang tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan proses operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 13 September 2015

Program Up Grade ISO 9001 Versi 9001:2015

Dalam tahun 2015, ISO kembali menerbitkan revisi terbaru dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:20015. Dimana dalam proses peningkatan versi terbaru dalam ISO tersebut adalah seperti yang termuat dalam penjelasan sebagai berikut:

(1) Leadership
Konsep manajemen leadership yang diketengahkan di sini adalah proses penggantian pemahaman antara Senior Manajemen/ Top Manajemen menjadi leadership.  Dimana penetapan tanggung jawab atas top manajemen sebelum ditetapkan pada setiap lini leadership dalam level manajemen.

(2) Perhitungan Resiko
Dalam proses penetapan analisis atas kebutuhan penetapan program manajemen, perhitungan atas resiko harus dijalankan. Dalam perhitungan resiko, perusahaan dapat melakukan proses analisis berdasarkan atas kajian operasional yang ditetapkan oleh perusahaan dan analisis terkait dengan benchmarking atas resiko tersebut.

(3) Pengecualian klausul
Dalam sistem yang baru, perusahaan diminta untuk melakukan pengkajian atas dipergunakannya klausul dalam sistem manajemen yang dipersyaratkan tersebut.

(4) Analisis Pengendalian Atas Ilmu Pengetahuan
Penetapan status pengendalian atas ilmu pengetahuan ditetapkan. Berdasarkan atas standar persyaratan yang ditetapkan terkait dengan pengelolaan atas ilmu pengetahuan tersebut, perusahaan ditetapkan memiliki persyaratan atas proses pengendalian terkait dengan kehilangan atas ilmu pengetahuan yang dapat ditimbul akibat hilangnya SDM yang sudah mendapatkan proses investasi pendidikan SDM tersebut.

Apakah perusahaan Anda akan melakukan proses set up ISO 9001 versi 2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan proses set up ISO 9001 tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 24 Januari 2015

Mengkaji Kepentingan Strategis dalam Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Pada saat ini, sudah menjadi tuntutan penting dan wajib bagi industri pangan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Regulasi pemerintah memastikan adanya suatu kewajiban penting agar perusahaan dapat memiliki dasar-dasar penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Beberapa perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan juga melihat adanya kebutuhan untuk dapat menjalankan program sertifikasi keamanan pangan.
Banyak perusahaan melihat bahwa sertifikasi adalah hanya sebagai pelengkap dari tuntutan perusahaan bukanlah sebagai manfaat strategis yang penting bagi internal perusahaan.
Lalu apa saja manfaat strategis dari sertifikasi manajemen keamanan pangan bagi perusahaan?

(1) Memberikan investasi strategis bagi sistem perusahaan
Perusahaan sebaiknya tidak melihat berapa nilai investasi yang dikeluarkan, namun perusahaan sebaiknya melihat seberapa besar kelolosan dari kerugian sistematis muncul dan memberikan pengaruh negatif pada perusahaan. Nilai yang seringkali disebut sebagai Quality Cost atau Food Security cost, memiliki nilai lebih terkait dengan bagaimana perusahaan dapat mencegah kelemahan yang muncul dari tidak adanya sistem.

(2) Mengembangkan fungsi SDM

Sistem membuat operasional perusahaan menjadi terencana, terukur dan dapat terevaluasi dengan baik.  Peranan sertifikasi dapat menjadi tantangan bagi perusahaan dan sumber daya manusia untuk lebih optimal menjalankan konsep strategis dalam perusahaan.  Pengembangan kompetensi dan program pelatihan menjadi bagian penting agar SDM dalam perusahaan lebih dapat teroptimalkan.

(3) Pengembangan Budaya Kerja
Sistem Manajemen keamanan Pangan menuntut adanya konsistensi prilaku Sumber Daya Manusia, khususnya prilaku yang terkait dengan bagaimana Sistem Manajemen Keamanan Pangan tersebut dapat memaksa konsistensi dalam penerapan budaya kerja yang dipersyaratkan tersebut. Aspek strategis dari komitmen dan konsistensi budaya kerja tersebut menjadi bagian penting dalam investasi perusahaan.

Pastikan proses sertifikasi keamanan pangan perusahaan Anda, menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan konsep strategis perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan strategis dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)