Jumat, 26 Desember 2014

Menyusun Sistem untuk Jasa Konstruksi

Dalam konsep manajemen proyek, salah satu hal yang terpenting di dalamnya adalah melakukan proses penyusunan terhadap perencanaan proyek yang paling tepat dan efektif.  Terdapat 5 hal penting yang menjadi bagian penting dalam menjalankan proyek konstruksi.

(1) Memastkan adanya perhitungan yang akurat dalam Menyusun Rencana Anggaran Proyek
Rencana terhadap proses perhitungan dari Rencana Anggaran Proyek inilah adalah hal penting.  Penetapan rencana awal produk dalam bentuk gambar teknik, penyusunan spesifikasi serta penetapan harga adalah hal yang sangat penting. Kegiaan manajemen proyek yang tepat dan efektif dimulai dari detail gambaran awal yang akurat tersebut.

(2)Pengelolaan Alir Pengadaan
Perencanaan yang kuat tidak hanya dimulai dari suatu gambaran teknis saja, namun juga terkait dengan status perencanaan terhadap pengadaan barang (pasokan material) yang dimulai dari pemasok untuk kemudian dijalankan proses perencanaan kerja sama dengan pemasok yang efektif.

(3) Kontrol Pelaksanaan Budget Proyek
Ada baiknya penetapan budget diberikan toleransi untuk beberapa aspek tidak terduga, seperti kenaikan harga ataupun faktor eksternal yang kemungkinan bisa terjadi.  Perencanaan keuangan/ budget harus dijalankan secara ketat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa anggaran proyek yang dimaksudkan tersebut dapat dijalankan secara maksimal dan terkendali. Rencana pengajuan budget harus ditetapkan berdasarkan data administrasi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

(4) Sistem Pengendalian Realisasi Pekerjaan
Bagaimana suatu sistem pekerjaan terkendali dan terawasi.  Penyusunan fungsi pengawas dan QS adalah hal penting untuk dapat memastikan bahwa realisasi pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal.  Pemantauan untuk melihat progres berjalan tepat waktu dan disertai dengan kualitas yang tepat dan akurat.

(5)Sistem Administrasi
Sistem pencatatan terhadap kegiatan proyek yang dijalankan merupakan nilai penting dalam melakukan proses perhitungan biaya beserta identifikasi pengukuran efektifitas maupun efisiensi pekerjaan.

Melihat referensi ini, ada baiknya perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dapat menjalankan proses manajemen proyek konstruksi yang terkendali dan sesuai dengan target waktu yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 15 Desember 2014

Leadership dalam Sistem Pengembangan SOP

Banyak perusahaan, telah menjalankan program pengukuran kinerja karyawan.  Namun dalam pelaksanaannya kegiatan ini menjadi tidak efektif dan tidak meningkatkan motivasi dari karyawan untuk menghasilkan produktifitas yang maksimal.  Lalu bagaimana langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan produktifitas karyawan melali Sistem Manajemen Unjuk Kerja.

(1) Mengukur kekuatan dari Organisasi Untuk Mencapai Target
Banyak persahaan melakukan penetapan target yang terlalu tinggi ataupun target yang terlalu rendah.  Penetapan target harus dipastikan dengan tingkat kesulitan yang terkendali dan dapat meningkatkan motivasi serta ambisi dari karyawan untuk mencapainya.  Perusahaan tidak hanya melakukan proses penetapan target kerja kelompok saja, ada baiknya perusahaan juga menyelaraskan dengan pencapaian target individu.

(2) Mengukur Dampak dari Pengukuran Kinerja
Perusahaan kadangkala lalai dalam mengukur dampak kinerja dari hasil output pengukuran kinerja.  Salah satu penyebab kegagalan yang seringkali muncul dalam proses pengukuran kinerja adalah tidak adanya dampak yang mempengaruhi karyawan baik dalam bentuk penghargaan ataupun hukuman.

(3) Mengukur Kontribusi Pengukuran Kinerja ke dalam Proses Pengukuran Kinerja Perusahaan
Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang tepat tidak hanya meningkatkan produktifitas karyawan, namun juga dapat dipergunakan untuk memastikan adanya peningkatan output proses perusahaan.  Dimana kinerja yang dimaksud harus dapat memberikan aspek yang signifikan terhadap output proses dalam perusahaan.

Adalah menjadi hal yang penting bagi perusahaan untuk dapat memaksimalkan penerapan Sistem Manajemen Unjuk Kerja Perusahaan agar mendapatkan hasil yang produktif bagi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)


Kamis, 16 Oktober 2014

Pengembangan Sistem Manajemen Retail Jasa

Dalam konsep retail, secara sederhana dapat dipergunakan untuk proses bisnis barang maupun jasa.  Namun pada sektor jasa, terdapat beberapa hal yang perlu dicermati terkait dengan keunikan bisnis jasa itu sendiri.
Agar lebih mengefektifkan konsep retail yang secara operasional dapat dikembangkan, perusahaan perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

(1) Ketersediaan SOP

Standard Operating Procedure dijadikan sebagai acuan/ manual yang dipergunakan untuk memastikan realisasi jasa dijalankan sesuai dengan standar yang telah dipersyaratkan.  Detail terhadap pelaksanaan dari suatu proses realisasi jasa itu sendiri harus dapat dijelaskan secara bertahap terkait dengan pemastian keseragaman dari standar pekerjaan yang harus dijalankan.

(2) Program Pelatihan

Pada usaha yang berkaitan dengan manajemen retail, adalah penting untuk perusahaan dapat mengembangkan pusat pelatihan yang kemudian dijadikan saran pengembangan sumber daya manusia.  Adalah penting bagi jasa retail untuk memastikan bahwa sumber daya manusia dapat menjalankan sistem program pelatihan sesuai dengan standar peersyaratan yang telah ditetapkan.

(3) Investasi QC

Untuk mengendalikan proses dijalankan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.  Manajemen perusahaan harus dipastikan juga menyediakan sistem inspeksi dan akomodasi penyediaan QC yang berguna untuk memastikan bahwa kualitas sistem operasional terpantau/termonitor sesuai dengan standar persyaratan yang ada.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan usaha Anda. Keefektifan dari penyusunan sistem akan membantu perusahaan dalam mengembangkan usaha yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 07 Oktober 2014

5 Prinsip Dasar dalam Menjalankan Set Up Perusahaan

Banyak perusahaan manufacturing melakukan proses set up sistem namun belum memahami konsep kunci dalam melakukan proses penyusunan sistem yang ada dalam penetapan SOP yang dimaksudkan tersebut.

Berikut adalah 5 prinsip penting yang sangat diperlukan dalam memperhatikan proses penyusunan SOP.  Lalu apa kelima prinsip yang dibutuhkan tersebut?

(a) Sistem Kuantifikasi Produksi
Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menetapkan sistem operasional produksi.  Perhitungan mulai dari kapasitas mesin ataupun dari kapasitas operasional kemampuan manusia dalam melakukan proses realisasi produksi.  Penetapan kuantifikasi produksi yang dimaksud menjadi bagian penting dalam penetapan satuan penetapan pengadaan dan proses lainnya.

(b) Sistem Perencanaan
Bagaimana proses perencanaan harus dijalankan, penetapan standar lead time, kebutuhan minimum stock harus dipastikan dilakukan sejalan dengan proses untuk menjalankan bagaimana tahapan produksi dijalankan dengan perencanaan yang matang.

(c) Sistem Penetapan Kualitas
Kualitas adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilupakan oleh perusahaan yang menjalankan sistem dengan berbasiskan manajemen manufacturing.  Adapun standar kualitas ini adalah menjadi point strategis untuk dapat mencapai porsi kekuatan produk.  Penetapan kualitas pada beberapa perusahaan dijalankan dengan melalui riset dan analisis kebutuhan dari pasar itu sendiri.

(d) Pengembangan SDM
Dalam industri yang memiliki kekuatan untuk mengelola sumber daya manusia.  Kemampuan untuk mengembangkan sumber daya manusia tentunya adalah mutlak.  Bagaimana dengan kekuatan mengembangkan SDM tersebut dapat meningkatkan nilai produktifitas dibanding dengan biaya operasional.

(e) Sistem proses penyusunan laporan kerja
Bagaimana proses penetapan laporan kerja terkait dengan output produksi adalah penting.  Memastikan neraca material seimbang dan sistem perhitungan serta pengukuran kuantitas ditetapkan.

Dalam menetapkan SOP yang terkait dengan manufacturing adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan kelima prinsip tersebut ke dalam sistem.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang efektif dalam menetapan/ menyusun SOP dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 01 Juli 2014

Tahapan Menyusun SOP dengan Mengadopsi ISO 9001

Banyak perusahaan berkeinginan untuk memiliki SOP dan sekaligus juga memiliki sistem ISO 9001. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kedua sistem ini dapat berjalan beriringan untuk diimplementasikan dalam perusahaan?  Kedua sistem tersebut tentu saja bisa menjadi penyeimbang untuk dapat dipergunakan dalam memastikan agar sistem SOP dan Sistem ISO 9001 dapat dijalankan secara efektif.

Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.

Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001
Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 .  Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.

Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process
Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan.  Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan.  Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.

Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur
Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001.  Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.

Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi
Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.  Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.

SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 30 Juni 2014

Peranan Konsultan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam melakukan proses penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan mengembangkan sistem yang paling efektif dan tepat sesuai dengan kebutuhannya.  Beberapa perusahaan dapat mengembangkan sendiri sistem Keamanan Pangan yang ada dalam perusahaan, namun tidak sedikit juga perusahaan mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lalu apa manfaat menggunakan konsultan untuk mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di dalam perusahaan?

Fungsi pertama, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia

Dengan menggunakan konsultan yang berpengalaman, dimana kompetensi sumber daya manusia tersebut harus memastikan bahwa aspek pengalaman dan keahlian konsultan dapat diinformasikan kepada organisasi tersebut.

Fungsi kedua, pendampingan implementasi sistem

Selain mengembangkan kompetensi keahlian, konsultan juga dapat berperan untuk mengembangan sistem di dalam perusahaan.  Memberikan motivasi dan stimulus yang diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja tim dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Bagaimana pun juga, sistem adalah milik organisasi bukan hanya milik satu orang/ sekelompok orang dalam organisasi.

Fungsi ketiga, melakukan proses validasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Peranan konsultan sebagai bentuk salah satu referensi eksternal dapat dipergunakan untuk menjalankan proses validasi terhadap sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan.  Peranan ini tidak mutlak namun dapat dipergunakan sebagai alternatif.

Bagaimana pengembangan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk pengembangan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 29 Juni 2014

Pelatihan SOP untuk Bisnis Retail

Bisnis retail adalah bisnis yang bersifat sangat dinamis.  Namun meskipun bersifat dinamis, adalah penting untuk melihat adanya suatu sistem standarisasi yang kuat untuk menjadi bagian dasar dari proses operasional yang dijalankan.
Pelatihan dua hari ini akan memberikan manfaat yaitu:
(a) Memberikan ilmu dasar manajemen retail
(b) Tata cara proses penyusunan business process
(c) Tata cara proses pembuatan kebijakan/ pedoman bisnis
(d) Tata cara proses pembuatan prosedur, instruksi kerja dan form/ catatan kerja
(e) Workshop proses penulisan SOP
Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan retail dapat mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik dan optimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan usaha retail Anda berkembang secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 28 Juni 2014

Fungsi SOP dalam Pengendalian Usaha

Bagaimana proses penetapan dan aplikasi yang terkait dengan SOP dijalankan untuk melakukan proses pengendalian terkait dengan resiko usaha/ bisnis yang dijalankan dalam perusahaan?  Ketika melakukan proses penyusunan SOP, tidak hanya untuk melakukan proses pengendalian terkait dengan proses operasional internal, SOP itu sendiri juga dapat digunakan untuk memastikan adanya proses pengendalian resiko yang dijalankan dalam perusahaan.

Dimana proses pengendalian yang dijalankan dalam SOP adalah untuk memastikan bagaimana suatu tahapan proses dipastikan untuk dapat melakukan pengendalian untuk meminimalkan resiko dari suatu pekerjaan/ operasional yang ada dalam perusahaan.  SOP yang efektif dapat dijalankan untuk mengendalian terhadap potensi resiko yang muncul.

Lalu bagaimana tahapan menyusun SOP yang dapat meminimalkan resiko tersebut?


Langkah pertama, mengidentifikasi resiko yang muncul
Bagaimana SOP tersebut dapat dijalankan untuk mengurangi tingkat/ efek resiko yang muncul dalam proses.  Dimana konsep serta pemahaman tersebut harus dapat dipastikan terkendali sesuai dengan hasil identifikasi.

Langkah Kedua, penetapan langkah-langkah dalam meminimalkan resiko
Perusahaan kemudian melakukan proses penetapan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko yang muncul tersebut.  Adapun langkah yang ditetapkan tersebut harus dapat dipastikan untuk mengelola standar resiko yang dipersyaratkan.

Langkah Ketiga, menetapkan tanggung jawab untuk pengendali resiko
Perusahaan harus memastikan adanya proses penetapan tanggung jawab yang dapat dilakukan untuk mengendalikan resiko yang muncul.  Bagaimana personel yang mengemban tanggung jawab tersebut memahami peranan dan tanggung jawab yang telah dipersyaratkan tersebut.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengembangan SOP dalam perusahaan.  SOP yang tepat dan efektif dapat meminimalkan resiko bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 12 Juni 2014

Peranan Supervisor dalam Pengembangan SOP

Dalam proses pelaksanaan SOP (Standard Operating Procedure), adalah menjadi suatu tahapan proses yang perlu untuk dijalankan dengan konsisten dan tepat guna. Namun banyak yang dilupakan oleh perusahaan, bahwa fungsi pengendalian terhadap tahapan implementasi adalah suatu proses yang penting untuk dapat memastikan bahwa Standard Operating Procedure yang dimaksud dijalankan.

Fungsi pengembangan level supervisor adalah suatu bagian yang tidak dapat dilepas dari proses aplikasi proses implementasi SOP.  Adapun pemahaman-pemahaman yang harus diperhatikan terkait dengan proses pengembangan supervisor adalah sebagai berikut.

(1) Fungsi Supervisor sebagai perencana lokal
Sebagai bagian dari perencanaan lokal yang mana melakukan proses perencanaan sederhana dan program kerja.  Dalam kegiatan ini, supervisor harus dapat menjalankan fungsi analisis data terhadap output-output proses yang berupa suatu program pemrosesan data.

(2) Fungsi Pengembangan Sistem
Proses pengembangan sistem membutuhkan suatu proses yang berasal dari suatu pengamatan terhadap proses yang kemudian dilakukan pemecahan terhadap sistem yang ada.  Kebutuhan untuk pengembangan baseline SOP yang kuat dapat menjadi bagian tentang bagaimana suatu proses tersebut dijalankan.

(3) Fungsi Evaluasi Sistem
Supervisor melakukan proses evaluasi terhadap hasil pencapaian dari data-data program dan sistem yang ada.  Dari proses evaluasi ini, supervisor diminta untuk dapat melakukan pemecahan masalah dan pengembangan sistem selanjutnya.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan fungsi supervisor.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengoptimalkan fungsi supervisor Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training ISO 9001 untuk Institusi Pendidikan

Adalah menjadi penting bagi institusi sekolah untuk dapat mengoptimalkan pogram pengembangan layanan pada kualitas manajemem yang ada pada institusi pendidikan.  Tantangan dapat dikembangkan untuk menjadi program yang lebih optimal agar sistem manajemen internal dapat memberikan hasil yang lebih maksimal bagi institusi tersebut dan tentu saja dapat lebih mengoptimalkan output keluaran dari institusi pendidikan.

Asumsi yang menyatakan adanya kesulitan untuk membuat suatu tolok ukur dari sistem manajemen pada institusi pendidikan adalah suatu hal yang tidak tepat.  Suatu pengukuran dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran mutu kualitatif dan kuantitatif, penetapan program-program kerja membutuhkan adanya suatu bentuk analisis kuantitatif yang tepat untuk dapat lebih mengoptimalkan sistem manajemen internal dari perusahaan.

Program Pelatihan Dua Hari ini akan sedikit banyak membantu bagi pengelolaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.  Adapun program pelatihan yang dimaksud terdiri atas:
(1) Pemahaman dimensi mutu
(2) Pemahaman klausul ISO 9001:2008
(3) Workshop untuk proses penyusunan dokumen
(4) Pemahaman tentang sistem dokumentasi

Diharapkan dengan mengikuti program pelatihan ini, pihak institusi pendidikan dapat mengembangkan pemahaman yang efektif terhadap penerapan Sistem ISO 9001:2008 di ruang lingkup pekerjaannya. (amarylliap@gmail.com, 08129269926)

Sabtu, 07 Juni 2014

Program Pelatihan ISO 17025

Dalam pengembangan jasa layanan terhadap kualitas analisis laboratorium, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa kegiatan analisis sudah dijalankan dengan baik dan secara efektif telah menjalankan proses validasi terhadap data yang dimaksud. 
Proses sertifikasi ISO 17025 memberikan keuntungan bagi perusahaan, memberikan manfaat bagi jasa layanan laboratorium yaitu sebagai berikut:
(1) Memastikan adanya proses penelusuran terhadap data yang menjadi bagian analisis dijalankan sesuai dengan standar persyaratan
(2) Terdapat uji realibilitas yang efektif terhadap personel yang menjalankan proses analisis yang dimaksudkan tersebut
(3) Terdapat sistem manajemen yang mengakomodasi manajemen operasional dari pelayanan data dan testing
(4) Peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang efektif dalam perusahaan

Adalah menjadi bagian yang penting bagi perusahaan yang bergerak di jasa layanan pemeriksaan untuk melakukan proses sertifikasi.  Selain secara internal, perusahaan menjalani suatu proses perbaikan.  Diharapkan dengan adanya sertifikasi ISO 17025, perusahaan juga memiliki nilai kompetitif yang kuat dalam bidang bisnis.

Program pelatihan yang dilakukan adalah program pelatihan 2 (dua) hari, yaitu dengan agenda sebagai berikut:
(1) Pemahaman mengenai ISO 17025
(2) Pemabahasan klausul-klausul ISO 17025 serta pendeskripisan dalam business process
(3) Workshop penyusunan dokumen

Diharapkan dengan mengikuti program dua hari pelatihan ini, perusahaan dapat lebih memahami dan mengaplikasi sistem ISO 17025 yang dimaksudkan tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Rabu, 04 Juni 2014

Implementasi ISO 9001 pada Institusi Pendidikan

Dalam kondisi saat ini, proses pengembangan terhadap sistem layanan dan kualitas output produk menjadi tantangan yang muncul pada seluruh perusahaan, organisasi maupun kelompok kerja baik itu yang terdapat pada sektor jasa maupun sektor manufacturing.  Adalah menjadi suatu nilai penting dari institusi pendidikan, untuk dapat memastikan bahwa output jasa layanan pendidikannya memenuhi standar persyaratan, khususnya ISO 9001.

Perlukan institusi pendidikan untuk memiliki sertifikasi ISO 9001? Mengingat kebutuhannya tersebut, maka akan menjadi suatu strategi penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem layanan output organisasi dalam bentuk Sistem ISO 9001. Lalu bagaimana langkah-langkah kerja yang harus dilakukan oleh organisasi.

Langkah Pertama: Kajian Organisasi
Adalah penting ketika suatu organisasi akan melakukan program sertifikasi untuk dapat memastikan bahwa sistem yang terbentuk adalah sistem yang sesuai dalam memenuhi kebutuhan organisasi.

Langkah Kedua: Mendefinisikan Produk
Dalam konsep mutu, adalah sangat penting bagi organisasi untuk dapat mendefinisikan karakteristik produk-produk yang dihasilkan.  Produk yang terbentuk dapat berupa produk internal yang terbentuk antar unit dalam organisasi dan produk output dari organisasi itu sendiri.  Produk yang terdefinisi kemudian dilakukan proses pengendalian dengan memastikan sistem yang mengakomodasi aspek kualitas dari produk yang dimaksudkan tersebut.

Langkah Ketiga: Membentuk Tim ISO
Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan adanya tim ISO yang bertanggung jawab dalam melakukan proses set up Sistem ISO 9001 yang bertanggung jawab dalam memastikan Sistem ISO termonitor sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Langkah Keempat: Menyusun Sistem Dokumentasi
Dalam ISO 9001, dokumen adalah unsur yang penting meskipun hal yang dimaksud adalah bukan yang menjadi poin utama untuk dapat memastikan bahwa Sistem Dokumentasi yang dimaksud dapat dipastikan untuk dapat memastikan bahwa sistem dokumentasi tersebut dapat diaplikasikan dalam organisasi.

Langkah Kelima: Proses implementasi
Organisasi harus memastikan bahwa kegiatan implementasi harus dijalankan, terdapat suatu konsep yang memastikan bahwa sistem yang dibuat akan menjadi sistem terukur yang dapat dianalisis dalam program manajemen.

Lakukan proses penyusunan Sistem ISO 9001 yang tepat dalam perusahaan, pastikan bahwa sistem yang dibuat sesuai dengan organisasi Anda dan yang terpenting dapat dijalankan secara efektif.  Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan proses set up sistem dalam organisasi Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)